𝚁𝚊𝚗𝚐𝚔𝚞𝚖𝚊𝚗 𝚋𝚞𝚔𝚞 𝚃𝙺𝙰 ( 𝚃𝚎𝚔𝚜 𝚃𝚊𝚗𝚐𝚐𝚊𝚙𝚊𝚗, 𝚍𝚊𝚗 𝙿𝚛𝚘𝚜𝚊).

D Teks Tanggapan
Teks tanggapan dapat diartikan sebagai teks yang berisi komentar, evaluasi, kritik, pujian, dukungan, atau penolakan terhadap suatu objek atau hal.

Fungsi teks tanggapan, antara lain untuk memberikan umpan balik atau ulasan terhadap suatu isu, fenomena, atau karya, baik dari sisi kelebihan maupun kekurangannya. Dengan demikian, teks tanggapan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, dasar untuk menyampaikan pendapat, ataupun sebagai pendorong suatu diskusi.

Teks tanggapan memiliki tiga bagian struktur, yang terdiri atas evaluasi atau konteks, berisi pernyataan umum tentang isu atau permasalahan dari penulis, bagian deskripsi, yang berisi pembahasan mengenai hal atau objek yang ditanggapi penulis, dan bagian penegasan kembali, berisi simpulan yang ditentukan oleh penulis terkait isu yang dibahas.
Kaidah Kebahasaan Teks Tanggapan

Kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks tanggapan adalah sebagai berikut.
a. Kalimat kompleks
b. Konjungsi
c. Diksi atau pemilihan kata
d. Rujukan atau referensi

Langkah-Langkah Penyusunan Teks Tanggapan
Teks tanggapan terbagi menjadi dua jenis, yaitu tanggapan pujian dan tanggapan kritik. Berikut langkah-langkah menyusun teks tanggapan.
a. Tentukan tema yang akan dibahas.
b. Kembangkan tema yang telah dipilih menjadi gagasan pokok.
c. Susunlah gagasan pokok tersebut ke dalam kalimat yang runtut dan logis.
d. Telitilah kembali teks tanggapan yang sudah dibuat agar sesuai dengan kaidah EYD dan KBBI.

E .Prosa
Prosa adalah karya sastra berbentuk cerita. Unsur-unsur yang terdapat pada prosa adalah sebagai berikut.

1. Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang terdapat di dalam cerita itu sendiri. Berikut unsur intrinsik pada prosa.
a. Tema adalah ide pokok atau gagasan utama yang ingin disampaikan dalam cerita.
b. Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita. Alur merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab-akibat dan disusun secara kronologis. Peran alur sangat penting karena alur menjadi struktur rangkaian peristiwa yang menggerakkan jalannya cerita. Alur umumnya terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir. Bagian awal berisi pengenalan tokoh dan latar cerita (orientasi). Bagian tengah menampilkan konflik yang mulai muncul, meningkat, hingga mencapai klimaks. Bagian akhir memuat penyelesaian masalah atau akhir dari konflik yang dihadapi tokoh (resolusi). Terdapat tiga jenis alur dalam cerita, yaitu sebagai berikut.
Alur maju adalah alur yang dimulai dengan kejadian masa kini, kemudian konflik berkembang dan memuncak, lalu diakhiri dengan penyelesaian.
Alur mundur adalah alur yang diawali dengan penceritaan kejadian masa lampau dan dilanjutkan dengan konflik yang terjadi pada masa kini.
•Alur campuran (maju-mundur) adalah alur yang memadukan kisah masa kini dan masa lalu secara bergantian.
c. Penokohan adalah penggambaran watak dan perilaku tokoh dalam cerita.
d. Latar adalah keterangan mengenai waktu, tempat, dan suasana yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa dalam cerita.
e. Sudut pandang adalah cara pengisahan cerita, yaitu posisi atau sudut pandang penulis dalam menyampaikan cerita, misalnya sudut pandang orang pertama atau orang ketiga.
f. Amanat adalah pesan moral atau pelajaran hidup yang ingin disampaikan penulis melalui cerita.

2. Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik merupakan unsur-unsur yang berada di luar cerita, tetapi memengaruhi makna cerita. Berikut unsur ekstrinsik pada prosa.
a. Latar belakang penulis adalah pengalaman hidup dan pandangan hidup penulis yang dapat memengaruhi isi cerita.
b. Kondisi sosial adalah keadaan sosial masyarakat pada saat cerita ditulis yang dapat memengaruhi tema, tokoh, dan konflik dalam cerita.
c. Nilai budaya adalah nilai-nilai budaya yang tercermin atau terkandung dalam cerita, seperti norma, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat.
Prosa yang termasuk dalam karya sastra dibedakan menjadi dua jenis, yaitu prosa fiksi dan prosa nonfiksi.

Salah satu bentuk prosa fiksi adalah teks cerita fantasi. Teks cerita fantasi merupakan cerita yang bersifat khayalan atau imajinatif. Dalam cerita fantasi, penulis menciptakan tokoh-tokoh khayalan hasil imajinasinya. Cerita fantasi dapat berupa cerita yang membayangkan kejadian di masa depan. 
Cerita jenis ini disebut cerita futuristik. Untuk menarik minat pembaca, tokoh dalam cerita fantasi biasanya memiliki keahlian atau kekuatan tertentu. Tokoh seperti dewa-dewi, raksasa, makhluk ajaib, atau manusia dengan kesaktian merupakan contoh tokoh dalam cerita fantasi yang tidak ada dalam kehidupan nyata.

Prosa nonfiksi adalah tulisan yang berisi cerita atau narasi tentang kejadian nyata atau fakta yang benar-benar terjadi, bukan hasil dari imajinasi. Prosa nonfiksi sering kali berfungsi sebagai bentuk penceritaan berdasarkan peristiwa nyata, dengan tujuan memberikan informasi atau menyampaikan pesan kepada pembaca. Contoh prosa nonfiksi adalah biografi, teks cerita inspiratif, esai, dan lain sebagainya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝚝𝚞𝚐𝚊𝚜 𝙱𝚊𝚑𝚊𝚜𝚊 𝙸𝚗𝚍𝚘𝚗𝚎𝚜𝚒𝚊 𝚔𝚎𝚕𝚊𝚜 𝟿 𝚝𝚎𝚔𝚜 𝚕𝚊𝚙𝚘𝚛𝚊𝚗 𝚙𝚎𝚛𝚌𝚘𝚋𝚊𝚊𝚗

Sebabnya kita harus mempelajari BHS.Indonesia.

𝙼𝙰𝚃𝙴𝚁𝙸 𝙳𝙰𝙽 𝚃𝚄𝙶𝙰𝚂 𝙿𝙹𝙹 𝙱𝙷𝚂 𝙸𝙽𝙳𝙾𝙽𝙴𝚂𝙸𝙰 𝙺𝙴𝙻𝙰𝚂 𝙸𝚇(𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎𝚍𝚞𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚔( 𝚖𝚊𝚝𝚎𝚛𝚒) 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚞𝚝.