𝙼𝙰𝚃𝙴𝚁𝙸 𝙳𝙰𝙽 𝚃𝚄𝙶𝙰𝚂 𝙿𝙹𝙹 𝙱𝙷𝚂 𝙸𝙽𝙳𝙾𝙽𝙴𝚂𝙸𝙰 𝙺𝙴𝙻𝙰𝚂 𝙸𝚇(𝚑𝚞𝚋𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊 𝚔𝚎𝚍𝚞𝚊 𝚕𝚒𝚗𝚔( 𝚖𝚊𝚝𝚎𝚛𝚒) 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚞𝚝.
𝐇𝐚𝐬𝐢𝐥 𝐀𝐧𝐚𝐥𝐢𝐬𝐢𝐬 𝐬𝐚𝐲𝐚 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐡𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐤𝐞𝐝𝐮𝐚 𝐥𝐢𝐧𝐤 𝐦𝐚𝐭𝐞𝐫𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐬𝐞𝐛𝐮𝐭
1. Hubungan dengan Majas Pleonasme
Video tersebut melarang kalimat "Pertama-tama..." karena secara kebahasaan ini berkaitan erat dengan materi Majas Pleonasme (penggunaan kata berlebih). Dalam kaidah yang benar, kata "pertama" sudah cukup menunjukkan urutan. Mengulanginya menjadi "pertama-tama" dianggap sebagai pemborosan kata yang tidak menambah nilai informasi. Video tersebut mengarahkan ke kalimat "Yang utama..." untuk menghindari kesan bahasa yang "berputar-putar" dan tidak logis secara gaya bahasa.
2. Hubungan dengan Syarat Kalimat Efektif
Di materi Kelas IX, kalimat efektif harus memenuhi syarat Kehematan dan Kelogisan.
* Kehematan: Larangan-larangan dalam video tersebut muncul karena kalimat yang sering digunakan MC biasanya tidak hemat (mubazir). Hubungannya adalah video tersebut mempraktikkan cara membuang kata-kata sampah (filler words) yang dipelajari di blogspot.
* Kelogisan: Kalimat seperti "Waktu dan tempat kami persilakan" (yang sering dilarang oleh para ahli MC) hubungannya adalah dengan syarat Logika Bahasa. Di blogspot diajarkan bahwa subjek harus jelas; karena waktu dan tempat tidak bisa berjalan/berbicara, maka tidak bisa "dipersilakan".
3. Hubungan dengan Ciri-Ciri Kalimat Efektif (Kepaduan)
Salah satu ciri kalimat efektif adalah Kepaduan (koherensi). Kalimat pembuka MC yang disalahkan di video tersebut biasanya memiliki struktur yang rusak atau tidak padu. Hubungannya dengan materi blogspot adalah pada bagian Ciri-ciri Kalimat Efektif, di mana sebuah kalimat tidak boleh bertele-tele agar maksudnya langsung sampai ke audiens. Video tersebut memberikan solusi "kalimat pengganti" yang lebih padu dan langsung pada intinya.
4. Hubungan dengan Kata Sapaan dan Pronomina
Materi blogspot tentang Kata Sapaan dan Kata Ganti menjadi dasar bagi MC dalam menyapa audiens. Hubungannya terletak pada etika dan ketepatan pemilihan kata. Jika MC salah menggunakan kata ganti (misalnya menggunakan kata sapaan yang terlalu santai di acara formal), maka ia melanggar prinsip Kesesuaian Konteks yang ada dalam materi Bahasa Indonesia. Video tersebut memberikan batasan kalimat mana yang "tidak sopan" atau "salah tempat" berdasarkan kategori kata sapaan tersebut.
5. Hubungan dengan Pengertian Jenis Makna Kata
Materi blogspot mengenai Makna Denotasi dan Konotasi menjelaskan mengapa beberapa kalimat MC terdengar aneh. Contohnya kalimat "Menginjak acara selanjutnya". Secara Denotasi, menginjak berarti menapakkan kaki. Hubungannya adalah video tersebut ingin MC menggunakan kata dengan makna yang tepat (misal: "melanjutkan" atau "memasuki") agar tidak terjadi kesalahan persepsi makna yang dipelajari dalam teori jenis-jenis makna kata tersebut.
Ternyata semua yang dilarang di video itu adalah "penyakit" bahasa yang memang harus disembuhkan lewat teori kalimat efektif dan majas yang ada di buku pelajaran kamu.
Komentar
Posting Komentar